nikahsirri.com tidak sesuai dengan fatwa MUI tentang nikah sirri. Karena, menurut dia, nikahsirri.com menawarkan jasa yang tidak sesuai dengan tujuan esensial pernikahan itu sendiri.
JAKARTA -- Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI),
Hasanuddin AF mengungkapkan bahwa situs yang tengah ramai
diperbincangkan,
Ia menjelaskan, sebenarnya secara syari nikah sirri hukunya sah jika diniatkan dengan benar, tidak dipublikasikan secara online, syarat rukunnya terpenuhi dan mempunyai tujuan yang baik untuk membangun rumah tangga.
"Tujuan nikahnya secara esensial terpenuhi, nikah untuk selamanya,
syarat rukunnya terpenuhi, itu sah secara syari," ujarnya saat dihubungi
Republika.co.id, Senin (25/9).
Namun, lanjut dia, jika nikah sirri tersebut kemudian menimbulkan
mudharat terhadap pihak-pihak yang dirugikan, maka nikah sirri menjadi
haram hukumnya. Misalnya, nikah sirri kemudian ditinggal begitu saja,
tanpa tanggung jawab, tentu mudharat bagi anak dan sebagainya, itu
menjadi haram.
"Itu fatwanya ya yang dikeluarkan MUI tahun 2015 kalau tidak salah," ucapnya.
Hasanuddin mengatakan bahwa nikahsirri.com bisa dibilang
telah melakukan bisnis zina terselubung. Karena itu, ia mengimbau kepada
masyarakat untuk segera menyadari karena mendekati zina saja tidak
boleh dilakukan di dalam ajaran Islam, apalagi melakukannya.
Sebenarnya itu kan sudah ada tarifnya, lalu ada semacam bisnis di
situ, bisnis keperawanan di situ, eksploitasi perempuan, nah itu sudah
lain. "Itu menurut saya, zina terselubung. Jadi, sudah melenceng dari
tujuan esensial nikah itu sendiri, namanya saja nikah sirri gitu kan,"
katanya.
"Ini kalau bukan zina apa namanya? Cuma diorganisir orang-orang tertentu, ada agennya, ini ditawarin ada perempuan," tegasnya.
sumber :republika.co.id